| Doa Mengalun Lembut di Atas Sajadah |
|
|
|
| Written by Adi Nurseha |
| Sunday, 18 July 2010 17:45 |
|
Jauh kumemandangmu Tak lekang jiwa ini mengingatmu Di sebuah rerimbunan yang indah Ku berpeluh asa untuk senyumanmu
Teringat ketika suapanmu itu Menari-nari dipelataran kehidupan Nampak anggun, dan berwibawa Ramah, tak tergantikan
Mendengar namamu saja Jiwaku sudah terguncang hebat Bahkan, rasa berubah menjadi pendekar Tersenyum dan gagah berani
Aku tau kau di sana sedang berbaring Menanti karunia rahmatNya Di sebuah tempat yang beraroma obat Di sanalah kau mengedipkan mata
Sedangkan anakmu ini Sedang bertelungkup, meneteskan airmata Sambil doa mengalun lembut di atas sajadah Dan rindu pun, lelah menanti
“wss. Iya td pg d rawat. Aa tenang aja, mimi ga apa2, Cuma skt perut sama magh. Aa doa aja ya. Moga mimi cpt sht” (Sms Ayah kemarin sore, tentang Ibu)
13:43, 18 Juli 2010 Oleh: Adi Nurseha (Profile)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 459 Comments (0)Subscribe to this comment's feedWrite commentNewer news items:
Older news items:
|
Artikel Islami
Bertemunya Ramadhan dan Agustus
Dalam dunianya sendiri, seorang anak muda sedang ber-tafakur tentang hidupnya. Ia ingat, bahwa pada saat itu, Agustus telah menjumpainya dengan membaw...
Tulisan Bebas
Renungan Ramadhan
Rabb…
Mohon ampuni hambaMu yang lemah iman ini,
Tak ada yang bisa hamba lakukan dengan ketidakbaikan yang jelas ada di depan mata hamba, sebab hamba sen...
Sebuah Kisah
Menukar Nasibmu dengan Dia
Malam yang berselimut awan hitam pekat, setebal angkuhnya yang merasa dia hebat mungkin, hujan baru saja berhenti, tadi saat masih taraweh memang sempat mengguyur sesaat, aku dan teman teman asik di k...
Kajian Fikih
Hukum Memperingati Malam Nisfu Sya’ban
Di surau-surau sederhana, di mushala-mushala yang anggun, dan di masjid-masjid yang gagah, terdengar informasi bahwa akan diadakannya acara malam Nisf...
Jajak Pendapat
Puisi
- Bangkai Rindu
- Surat Wasiat Untukmu
- Jikapun Aku Punya Pilihan
- Ku tak Berhak Menghitung Diri
- Adikku Sayang, Adikku Malang
- Saat Pamitmu
- 65 Tahun Merdeka
- Untukmu Cinta
- Meyakinkan Cinta Padamu Dinda!
- Kebaikan dan Keikhlasan yang Tertawa
- Doa Mengalun Lembut di Atas Sajadah
- Dua Pecinta Sedang di Mabuk Rindu
- Caraku Mengingatmu
- Andai Aku Bisa Itu!
- Dalam Lamunan Perihku
- Nikmat Tuhanmu
- Hanya Buat Kau Kecewa
- Belajar dari Bulan Sabit
- Eksperimen Fisika dan Hidupku
- Dengarkan Cerita Hujan
- Berbicara Tentangmu
- Apakah ini Negaraku?
- Ibu, Aku Layak Menjadi Anakmu
- Terimakasih
- Kau Tahu?



