10 Tulisan Terfavorit
- Mauku
- Saat Aku Pilih Sepi
- Kondektur Versus Ibu Separuh Baya
- Ketika Khutbah Syeikh itu Membangkitkan Semangat Ukhuwah Islamiyah
- Melihat Kebesaran Allah di Langit Jam 12 Malam
- Mabuk dalam Asma-AsmaMu
- Impian yang Terwujud bagi Sang Pemimpi
- Menuju Pusat Kesemangatan
- Al-Qur’an Bacaan Favorit Kita
- Satu Titik Cahaya
|
||||||||||
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >> |
||||||||||
| Page 9 of 83 | ||||||||||
Artikel Islami
Bertemunya Ramadhan dan Agustus
Dalam dunianya sendiri, seorang anak muda sedang ber-tafakur tentang hidupnya. Ia ingat, bahwa pada saat itu, Agustus telah menjumpainya dengan membaw...
Tulisan Bebas
Renungan Ramadhan
Rabb…
Mohon ampuni hambaMu yang lemah iman ini,
Tak ada yang bisa hamba lakukan dengan ketidakbaikan yang jelas ada di depan mata hamba, sebab hamba sen...
Read more...
Sebuah Kisah
Menukar Nasibmu dengan Dia
Malam yang berselimut awan hitam pekat, setebal angkuhnya yang merasa dia hebat mungkin, hujan baru saja berhenti, tadi saat masih taraweh memang sempat mengguyur sesaat, aku dan teman teman asik di k...
Kajian Fikih
Hukum Memperingati Malam Nisfu Sya’ban
Di surau-surau sederhana, di mushala-mushala yang anggun, dan di masjid-masjid yang gagah, terdengar informasi bahwa akan diadakannya acara malam Nisf... Read more...
masuk
Jajak Pendapat
Puisi
- Bangkai Rindu
- Surat Wasiat Untukmu
- Jikapun Aku Punya Pilihan
- Ku tak Berhak Menghitung Diri
- Adikku Sayang, Adikku Malang
- Saat Pamitmu
- 65 Tahun Merdeka
- Untukmu Cinta
- Meyakinkan Cinta Padamu Dinda!
- Kebaikan dan Keikhlasan yang Tertawa
- Doa Mengalun Lembut di Atas Sajadah
- Dua Pecinta Sedang di Mabuk Rindu
- Caraku Mengingatmu
- Andai Aku Bisa Itu!
- Dalam Lamunan Perihku
- Nikmat Tuhanmu
- Hanya Buat Kau Kecewa
- Belajar dari Bulan Sabit
- Eksperimen Fisika dan Hidupku
- Dengarkan Cerita Hujan
- Berbicara Tentangmu
- Apakah ini Negaraku?
- Ibu, Aku Layak Menjadi Anakmu
- Terimakasih
- Kau Tahu?
Jumlah Pengunjung






![]() | Today | 188 |
![]() | Yesterday | 181 |
![]() | This week | 1011 |
![]() | Last week | 1339 |
![]() | This month | 1828 |
![]() | Last month | 6332 |
![]() | All days | 69428 |



Duduk di tengah-tengah keluarga tercinta di saat berbuka puasa Ramadhan adalah keindahan tersendiri. Menikmati masakan Ibu yang super lezat adalah kerinduan yang mendalam, ayam goreng yang gurih, sayur labu favoritku, tempe goreng setengah matang, bawang goreng, dan es teh yang sejuk, ingin rasanya kunikmati itu semua lagi. Melihat tingkah laku adik-adikku ketika makan, cara ia mengunyah, cara ia memuluk, dan cara ia duduk, alangkah lucunya tingkah laku mereka. Canda tawa, mengobrol tentang keindahan, tawaran menambah nasi oleh Ibu yang mempesona, semua itu kurindu dan saat itulah yang paling indah. Ingin rasanya sekarang kuterbang ke negri potongan surga itu, hanya sekedar melihat wajah-wajah mereka ketika berbuka puasa yang aku banggakan.
Adzan Maghrib telah berkumandang, pertanda hari kedua puasa telah dilalui. Kuteguk teh manis hangat sebagai pembuka menu berbukaku hari ini. Sedikit demi sedikit kehangatan dan manisnya gula mulai menggoyang lidahku dan perlahan mengaliri tenggorokanku. Alhamdulillah… segar sekali. Setelah kurasa cukup untuk membatalkan puasa, aku bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Perutku bersuara, protes akan sikapku yang melalaikan haknya untuk segera diisi. Kuabaikan teriakan-teriakan yang bersumber dari perut, kuusapkan air wudhu ke wajahku. Ces… hawa sejuk seakan menjalar di pori-pori kulit wajahku. Suara-suara itu seakan hilang dan tak terdengar dikalahkan air wudhu yang mulai kuusapkan pada bagian tubuhku.






