Template Tools
Click on the slide!

Menukar Nasibmu dengan Dia

Sastra >> Sebuah Kisah

Malam yang berselimut awan hitam pekat, setebal angkuhnya yang merasa dia hebat mungkin, hujan baru saja berhenti, tadi saat masih…

More...
Click on the slide!

Renungan Ramadhan

Artikel >> Tulisan Bebas

Rabb…Mohon ampuni hambaMu yang lemah iman ini,Tak ada yang bisa hamba lakukan dengan ketidakbaikan yang jelas ada di depan mata…

More...
Click on the slide!

Ketika Aku Ditegur Waktu

Sastra >> Sebuah Kisah

Aku sebut ini perjalanan, karena aku belum menemukan tujuan, walaupun terkadang seribu tanya menyapa, walaupun sejuta bimbang meraja. Hidup harus…

More...
Click on the slide!

Menggemanya Quran di Negri Kinanah

Sastra >> Sebuah Kisah

Tahun 2007, bulan Agustus tepatnya, embun berjingkrak ria dalam nafas udara yang menganga, menempel mesra di dedauanan hijau pohon-pohon tak…

More...
Click on the slide!

Sahabat Kau Kubanggakan

Sastra >> Sebuah Kisah

Masih segar diingatanku, kala pertama mengenalmu, tawa lepasmu saat itu, sama sekali tak memperlihatkan ada duka sempat menyapamu. Pahit getir…

More...
Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks
Indahnya Ramadhan bersama Keluarga Tercinta PDF Print E-mail
Written by Adi Nurseha   
Sunday, 15 August 2010 18:02

Duduk di tengah-tengah keluarga tercinta di saat berbuka puasa Ramadhan adalah keindahan tersendiri. Menikmati masakan Ibu yang super lezat adalah kerinduan yang mendalam, ayam goreng yang gurih, sayur labu favoritku, tempe goreng setengah matang, bawang goreng, dan es teh yang sejuk, ingin rasanya kunikmati itu semua lagi. Melihat tingkah laku adik-adikku ketika makan, cara ia mengunyah, cara ia memuluk, dan cara ia duduk, alangkah lucunya tingkah laku mereka. Canda tawa, mengobrol tentang keindahan, tawaran menambah nasi oleh Ibu yang mempesona, semua itu kurindu dan saat itulah yang paling indah. Ingin rasanya sekarang kuterbang ke negri potongan surga itu, hanya sekedar melihat wajah-wajah mereka ketika berbuka puasa yang aku banggakan.

 
Di Balik Mukena Lusuh, Wajahnya Bersinar PDF Print E-mail
Written by Yopi Megasari   
Saturday, 14 August 2010 19:06

Adzan Maghrib telah berkumandang, pertanda hari kedua puasa telah dilalui. Kuteguk teh  manis hangat sebagai pembuka menu berbukaku hari ini. Sedikit demi sedikit kehangatan dan manisnya gula mulai menggoyang lidahku dan perlahan mengaliri tenggorokanku. Alhamdulillah… segar sekali.  Setelah kurasa cukup untuk membatalkan puasa, aku bergegas  ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.  Perutku bersuara, protes akan sikapku yang melalaikan haknya untuk segera diisi.  Kuabaikan teriakan-teriakan yang bersumber dari perut, kuusapkan air wudhu ke wajahku.  Ces… hawa sejuk seakan menjalar di pori-pori kulit wajahku. Suara-suara itu seakan hilang dan tak terdengar dikalahkan air wudhu yang mulai kuusapkan pada bagian tubuhku.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 9 of 83

Artikel Islami

Bertemunya Ramadhan dan Agustus

Bertemunya Ramadhan dan Agustus

Dalam dunianya sendiri, seorang anak muda sedang ber-tafakur tentang hidupnya. Ia ingat, bahwa pada saat itu, Agustus telah menjumpainya dengan membaw...

Read more...

More:

Tulisan Bebas

Renungan Ramadhan

Renungan Ramadhan

Rabb…
Mohon ampuni hambaMu yang lemah iman ini,
Tak ada yang bisa hamba lakukan dengan ketidakbaikan yang jelas ada di depan mata hamba, sebab hamba sen... Read more...

More:

Sebuah Kisah

Menukar Nasibmu dengan Dia

Menukar Nasibmu dengan Dia

Malam yang berselimut awan hitam pekat, setebal angkuhnya yang merasa dia hebat mungkin, hujan baru saja berhenti, tadi saat masih taraweh memang sempat mengguyur sesaat, aku dan teman teman asik di k...

Read more...

More:

Kajian Fikih

Hukum Memperingati Malam Nisfu Sya’ban

Hukum Memperingati Malam Nisfu Sya’ban

Di surau-surau sederhana, di mushala-mushala yang anggun, dan di masjid-masjid yang gagah, terdengar informasi bahwa akan diadakannya acara malam Nisf... Read more...

More: