Template Tools
Click on the slide!

Menukar Nasibmu dengan Dia

Sastra >> Sebuah Kisah

Malam yang berselimut awan hitam pekat, setebal angkuhnya yang merasa dia hebat mungkin, hujan baru saja berhenti, tadi saat masih…

More...
Click on the slide!

Renungan Ramadhan

Artikel >> Tulisan Bebas

Rabb…Mohon ampuni hambaMu yang lemah iman ini,Tak ada yang bisa hamba lakukan dengan ketidakbaikan yang jelas ada di depan mata…

More...
Click on the slide!

Ketika Aku Ditegur Waktu

Sastra >> Sebuah Kisah

Aku sebut ini perjalanan, karena aku belum menemukan tujuan, walaupun terkadang seribu tanya menyapa, walaupun sejuta bimbang meraja. Hidup harus…

More...
Click on the slide!

Menggemanya Quran di Negri Kinanah

Sastra >> Sebuah Kisah

Tahun 2007, bulan Agustus tepatnya, embun berjingkrak ria dalam nafas udara yang menganga, menempel mesra di dedauanan hijau pohon-pohon tak…

More...
Click on the slide!

Sahabat Kau Kubanggakan

Sastra >> Sebuah Kisah

Masih segar diingatanku, kala pertama mengenalmu, tawa lepasmu saat itu, sama sekali tak memperlihatkan ada duka sempat menyapamu. Pahit getir…

More...
Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks
Hati Nabi Musa Menyemai Indah di Relung Jiwa Penduduk Mesir PDF Print E-mail
Written by Adi Nurseha   
Sunday, 22 August 2010 19:31

Ramadhan karim, itulah kata yang selalu menyemai dan tertulis indah di lampu-lampu Fawanees khas Mesir setiap tahunnya. Lampu itu menyala dengan penuh kepercayaan diri dan kemeriahan, walaupun tak terkesan sombong, namun sedikit mewah. Ia selalu menggantung di depan pintu masuk setiap gedung flat yang berada di Mesir. Atau kadang ia menggantung cantik di tambang yang diikat antara pohon dan tiang listrik, tambang itu melewati kerumunan manusia-manusia yang berkelekar, berdiskusi, atau menikmati indahnya kota Cairo di malam hari pada sebuah tempat yang fenomenal bagi kebudayaan Mesir yakni café ‘Ashir (Ashir= Jus). Di sana Fawanees menggantung dengan sebuah senyuman yang menawan, senyuman itu diberikan kepada semua orang yang meliriknya di atas langit-langit, namun ada kalanya ia berayun-ayun ria jika angin sepoi-sepoi

 
Penjual Tabung Gas yang Tersenyum di Bulan Ramadhan PDF Print E-mail
Written by Adi Nurseha   
Thursday, 19 August 2010 20:11

Tang tang tang tang…

 

Suara tabrakan antara besi dan besi. Suara itu terdengar jelas di kupingku, di saat aku sedang asyik bersantai menikmati indahnya puasa Ramadhan. Suara itu seperti mengirimkan sinyal kuat kepadaku untuk segera bangun dan beranjak dari kesantaianku itu. Aku teringat akan tabung gas yang sedari kemarin hari tak terisi, kosong tanpa isi, kering korontang, dan bahkan tak ada kehidupan di dalamnya. Sehingga saat berbuka kemarin hari, aku harus tergopoh-gopoh pergi ke warung makan La Tansa yang berada di district 10th, tanpa menyiapkan apa-apa,

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 7 of 83

Artikel Islami

Bertemunya Ramadhan dan Agustus

Bertemunya Ramadhan dan Agustus

Dalam dunianya sendiri, seorang anak muda sedang ber-tafakur tentang hidupnya. Ia ingat, bahwa pada saat itu, Agustus telah menjumpainya dengan membaw...

Read more...

More:

Tulisan Bebas

Renungan Ramadhan

Renungan Ramadhan

Rabb…
Mohon ampuni hambaMu yang lemah iman ini,
Tak ada yang bisa hamba lakukan dengan ketidakbaikan yang jelas ada di depan mata hamba, sebab hamba sen... Read more...

More:

Sebuah Kisah

Menukar Nasibmu dengan Dia

Menukar Nasibmu dengan Dia

Malam yang berselimut awan hitam pekat, setebal angkuhnya yang merasa dia hebat mungkin, hujan baru saja berhenti, tadi saat masih taraweh memang sempat mengguyur sesaat, aku dan teman teman asik di k...

Read more...

More:

Kajian Fikih

Hukum Memperingati Malam Nisfu Sya’ban

Hukum Memperingati Malam Nisfu Sya’ban

Di surau-surau sederhana, di mushala-mushala yang anggun, dan di masjid-masjid yang gagah, terdengar informasi bahwa akan diadakannya acara malam Nisf... Read more...

More: