| Shalat, Parfum dan Wanita, Penyempurna Ibadah Kita (Part 2) |
|
|
|
| Written by Adi Nurseha |
| Tuesday, 20 July 2010 14:55 |
|
Setelah kita membahas aspek yang pertama tentang memuliakan keagungan Allah yang bersifat akhirat yang dikendarai oleh shalat, maka kita akan membahas aspek yang kedua tentang memperindah interaksi terhadap makhluk Allah. Cara kita memperindah interaksi terhadap makhluk Allah secara umum adalah dengan memberikan dan memperbanyak hak-hak mereka. Contohnya, ketika kita berinteraksi dengan manusia, maka kita akan menghormatinya dan berbuat baik kepadanya (memperindah interaksi), karena penghormatan dan kebaikan bukan lagi sebagai kewajiban kita terhadap orang lain, tetapi sudah menjadi hak orang lain terhadap kita. Bila sudah seperti itu, maka kita akan terpacu untuk selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang baik kepada orang lain, karena hal itu adalah hak orang lain yang harus dipenuhi.
Contoh yang lain, ketika kita berinteraksi dengan hewan, maka kita pun tidak sertamerta memungut kewajiban mereka, yakni dimakan dagingnya atau dimanfaatkan oleh kita secara serampangan. Namun mereka pun memiliki hak untuk hidup, hak untuk memiliki keturunan, dan hak untuk mendapatkan tempat yang cocok untuk ia tinggali. Sehingga nantinya ketika mereka hidup tenang, hidup layak, dan memiliki keturunan yang banyak. Maka kita pun tak lagi kekurangan daging atau pun tidak susah-susah lagi mencari hewan untuk dimanfaatkan oleh kita.
Nah, dalam Hadits Rasul terdapat kata-kata: parfum dan wanita. Keduanya ini adalah sarana yang baik untuk memperindah interaksi kita, mengapa demikian? Alasannya sebagai berikut.
Parfum atau wangi-wangian adalah campuran minyak esensial dan senyawa aroma (aroma compound), fiksatif, dan pelarut yang digunakan untuk memberikan bau wangi untuk tubuh manusia, obyek tertentu, atau ruangan. Hebatnya, parfum ini adalah salah satu dari tiga hal yang dicintai oleh Rasul. Pasti Rasul memiliki alasan tertentu mengapa parfum termasuk hal yang dicintai olehnya.
Dalam kitab Bahrul Fawaid karya Imam Al-Kalabadzi Al-Bukhari, menjelaskan bahwa parfum adalah sebuah kebahagiaan rohani yang dimiliki oleh makhluk Allah. Contoh dari makhluk Allah tersebut adalah para Malaikat. Tidak ada tujuan kebahagiaan para Malaikat di dunia ini selain karena parfum. Karena para Malaikat amat mencintai parfum sebagai kebutuhan kebahagiaan mereka. Apalagi Rasul memperindah interaksi terhadap malaikat dengan cara Rasul memenuhi kebutuhan kebahagian mereka yakni dengan parfum, karena bau badannya Rasul adalah lebih wangi ketimbang parfum-parfum yang ada di dunia ini.
Seperti apa yang dikatakan oleh Anas bin Malik ra.: “Aku tidak pernah menyentuh sebuah kain dari sutra yang berada di balutan tubuh Rasul, dan aku pun tidak pernah mencium bau badannya Rasul sama sekali seperti wangi misik maupun ambar, namun wangi badannya Rasul lebih semerbak harumnya ketimbang wangi misik dan ambar tersebut.” Coba anda bayangkan bagaimana harumnya tubuh Rasul, bahkan melebihi parfum-parfum yang ada di muka bumi ini, hal ini lah yang membuat Malaikat kepincut terhadap Rasul, sehingga Malaikat amat dekat dengan Nabi. Oleh karena itu interaksi antara Nabi dan Malaikat amatlah indah dan mempesona.
Begitu pun dengan makhluk-makhluk Allah lainnya, bukan hanya Malaikat saja. Sesama manusia pun akan nyaman sekali jika berinteraksi dengan orang lain dalam keadaan wangi dan harum, hal ini akan mempererat hubungan persaudaraan dan juga perkawanan. Bisa dibayangkan jika kita mengobrol dengan orang lain, yang ketika itu orang lain tersebut badannya bau tengik atau gosong, mungkin sertamerta akan membuat kita menutup hidung. Maka alangkah baiknya jika kita untuk memperbaiki interaksi terhadap makhluk lain dengan cara senantiasa melanggengkan untuk memakai parfum atau wangi-wangian. Bahkan Rasul tak segan-segan menyuruh Ali bin Abi Thalib ketika hendak meminang putri Rasul Fatimah untuk menjadikan sepertiga dari seluruh maharnya berupa parfum atau wangi-wangian. Tidak terbayang, bagaimana cintanya Rasul terhadap parfum atau wangi-wangian, karena parfum sebagai jalan yang mudah untuk memperindah interaksi antar sesama makhluk Allah.
2. Wanita
Bergaul dan berinteraksi dengan wanita adalah amat sulit dan rumit, ada beberapa alasan yang menguatkan bahwa bergaul dengan wanita amatlah sulit, diantaranya ialah: karena yang pertama, struktur tubuh wanita amatlah lemah, jadi salah jika kita bergaul dengan wanita mengajak mereka untuk balapan lari atau lomba angkat besi. Karena yang kedua, wanita amat kecil pikiran atau akalnya, maka jangan heran jika wanita itu adalah makhluk yang perasa bukan makhluk logis, wanita selalu mendahulukan perasaannya ketimbang akal sehatnya, berbeda dengan pria, selalu memakai nalar dan logika. Karena yang ketiga, wanita sangat tipis agamanya, mudah dirayu, mudah dibujuk, dan mudah digerogoti keimanannya. Karena yang keempat, wanita sering ragu-ragu, selalu meminta keputusan dari pria, tidak percaya diri alias tidak pede, dan juga bergantung kepada orang lain.
Dari keempat alasan tersebut, adalah sebuah fakta yang terjadi dilapangan terhadap wanita, tulisan ini bukan bertujuan untuk menguak kelemahan-kelamahan wanita, namun memang begitulah kenyataannya. Namun, jangan manyun dulu bagi wanita, bukankah kelemahan adalah kekuatan yang belum terkuak kegunaannya, sehingga seakan-akan lemah, padahal jika disandingkan dengan pria, maka akan lebih hebat, dan terjadilah saling melengkapi, dan bukankah itu adalah sebuah keindahan berinteraksi antar sesama.
Oleh karena itulah, Rasul sangat mencintai wanita, sehingga Rasul menyuruh kita untuk berinteraksi dengan baik kepada wanita, bahkan Rasul sendiri lah sudah mencontohkan bagaimana berinteraksi dengan baik kepada wanita dan bergaul secara berbudi dengan wanita, sehingga kelemahan-kelamahan yang empat di atas bisa teratasi dengan baik. Sehingga kita terus menyayangi wanita yang digambarkan dengan lemahnya struktur badan. Bersikap hati-hati melalui perbuatan dan perkataan sehingga tidak menyakiti dan melukai hatinya, hal ini digambarkan karena wanita lemah akan pikirannya. Kita terus membimbingnya dan juga terus mengingatkannya, sehingga wanita akan menjadi tiang Negara yang kokoh lagi kuat. Dan terakhir, selalu meyakini hatinya agar tidak ragu-ragu dan berilah motivasi kepadanya sehingga keputusannya itu amat ditunggu dan penting.
Begitu spesialnya wanita dalam pandangan Islam, jadi kurang betul sekali opini-opini yang hanya mengedepankan dalih bukan dalil yang mengatakan bahwa Islam mengekang wanita sedemikian rupa, dan Hadits inilah yang sedikit banyak bisa membantah opini yang kurang tepat tersebut. Malah dalam Islam wanita ditinggikan derajatnya dan dimuliakan kedudukannya, hal ini tertuang dan disandarkan oleh Islam tentang keutamaan Ibu, keistimewaan istri shalihah, atau tentang kehebatan akhlak remaji.
Kesimpulannya, shalat, parfum dan wanita adalah sarana kita untuk menyempurnakan ibadah kepada Allah. Bukankah sudah dijelaskan di atas yang dimaksud ibadah bukan hanya ibadah mahdah dan ibadah yang ada di Rukun Islam, sehingga shalat merupakan perwakilan ibadah dari akhirat, sedangkan parfum dan wanita merupakan perwakilan ibadah dari dunia. Oleh katena itu jika digabungkan ketiganya maka akan menjadi ibadah yang anggun dan hebat. oleh sebab itulah, Nabi dengan gamblang menyebutkan ketiga hal tersebut, subhanallah, tinggal kitalah yang mau atau tidak memperindah interaksi tersebut, hak untuk hidup ada ditangan anda, so anda lah yang menentukan ke mana arah kehidupan anda.
Itulah makna Hadits Rasul tentang kecintaan Rasul di bumi, parfum, wanita dan dijadikan penyejuk matanya di dalam shalat, yang begitu luas maknanya bagaikan samudra yang batasnya di negeri antah berantah. Mungkin penjabaran pada tulisan ini ada yang kurang dan masih sempit pendalamannya, masih butuh penjabaran-penjabaran yang lebih luas dan akurat mengenai hadits Nabi yang anggun ini. Namun, semoga tulisan ini bermanfaat, amin.
Mashadir: Bahrul Fawaid karya Imam Al-Kalabadzi Al-Bukhari dan sumber-sumber lainnya Oleh: Adi Nurseha (Profile)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 569 Comments (0)Subscribe to this comment's feedWrite commentNewer news items:
Older news items:
|
Artikel Islami
Bertemunya Ramadhan dan Agustus
Dalam dunianya sendiri, seorang anak muda sedang ber-tafakur tentang hidupnya. Ia ingat, bahwa pada saat itu, Agustus telah menjumpainya dengan membaw...
Tulisan Bebas
Renungan Ramadhan
Rabb…
Mohon ampuni hambaMu yang lemah iman ini,
Tak ada yang bisa hamba lakukan dengan ketidakbaikan yang jelas ada di depan mata hamba, sebab hamba sen...
Sebuah Kisah
Menukar Nasibmu dengan Dia
Malam yang berselimut awan hitam pekat, setebal angkuhnya yang merasa dia hebat mungkin, hujan baru saja berhenti, tadi saat masih taraweh memang sempat mengguyur sesaat, aku dan teman teman asik di k...
Kajian Fikih
Hukum Memperingati Malam Nisfu Sya’ban
Di surau-surau sederhana, di mushala-mushala yang anggun, dan di masjid-masjid yang gagah, terdengar informasi bahwa akan diadakannya acara malam Nisf...
Jajak Pendapat
Puisi
- Bangkai Rindu
- Surat Wasiat Untukmu
- Jikapun Aku Punya Pilihan
- Ku tak Berhak Menghitung Diri
- Adikku Sayang, Adikku Malang
- Saat Pamitmu
- 65 Tahun Merdeka
- Untukmu Cinta
- Meyakinkan Cinta Padamu Dinda!
- Kebaikan dan Keikhlasan yang Tertawa
- Doa Mengalun Lembut di Atas Sajadah
- Dua Pecinta Sedang di Mabuk Rindu
- Caraku Mengingatmu
- Andai Aku Bisa Itu!
- Dalam Lamunan Perihku
- Nikmat Tuhanmu
- Hanya Buat Kau Kecewa
- Belajar dari Bulan Sabit
- Eksperimen Fisika dan Hidupku
- Dengarkan Cerita Hujan
- Berbicara Tentangmu
- Apakah ini Negaraku?
- Ibu, Aku Layak Menjadi Anakmu
- Terimakasih
- Kau Tahu?



- Parfum dan Wanita
Wanita adalah sebutan yang digunakan untuk spesies manusia berjenis kelamin betina. Lawan jenis dari wanita adalah pria. Wanita adalah kata yang umum digunakan untuk menggambarkan perempuan dewasa. Perempuan yang sudah menikah juga biasa dipanggil dengan sebutan ibu. Untuk perempuan yang belum menikah atau berada antara umur 16 hingga 21 tahun disebut juga dengan anak gadis. Perempuan yang memiliki organ reproduksi yang baik akan memiliki kemampuan untuk mengandung, melahirkan dan menyusui. Itulah secara umum gambaran pengertian tentang wanita, dan anehnya wanita juga adalah salah satu dari ketiga hal yang dicintai Rasul.