| Shalat, Parfum dan Wanita, Penyempurna Ibadah Kita (Part 1) |
|
|
|
| Written by Adi Nurseha |
| Monday, 19 July 2010 16:34 |
|
Hadits di atas membicarakan tentang penyempurnaan ibadah kepada Allah SWT.. Kita mengerti, bahwa sesungguhnya kata “Ibadah” diambil dari bahasa Arab yang artinya perbuatan atau penyataan bakti terhadap Allah atau Tuhan yang didasari oleh peraturan agama, dan bisa juga diartikan segala usaha lahir dan batin yang sesuai perintah agama yang harus dituruti pemeluknya. Di dalam Quran sendiri, pengertian Ibadah terletak di dalam beberapa surat, dalam surat Adz-Dzariyat ayat 56 berbunyi, “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepadaKu.” Kesadaran beragama pada manusia membawa konsekwensi manusia itu melakukan penghambhaan kepada Tuhannya. Dalam ajaran Islam manusia itu diciptakan untuk menghamba atau mengabdi kepada Allah, atau dengan kata lain beribadah kepada Allah.
Atau dalam surat Yasin ayat 61 yang berbunyi, “Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.” Manusia yang menjalani hidup beribadah kepada Allah itu tiada lain adalah manusia yang berada pada shirathal mustaqim atau jalan yang lurus. Dengan demikian apa yang disebut dengan beribadah kepada Allah itu ialah manusia yang dalam menjalani hidupnya selalu berpegang teguh kepada wahyu Allah. Jadi pengertian ibadah menurut Quran tidak hanya terbatas kepada apa yang disebut ibadah mahdhah atau Rukun Islam saja, tetapi cukup luas seluas aspek kehidupan yang ada ini.
Oleh karena itu, ibadah yang cukup luas tersebut bisa terangkum dalam dua aspek:
Sehingga, muncullah Hadits Nabi yang menjelaskan kecintaan Nabi di atas bumi ini, yakni parfum atau wangi-wangian, wanita, dan shalat. Dari ketiga hal tersebut (parfum, wanita dan shalat), merupakan contoh dari kedua aspek yang di atas. Shalat, adalah perkara akhirat yang bertujuan untuk memuliakan keagungan Allah. Sedangkan parfum dan wanita, adalah perkara dunia yang bertujuan untuk memperindah dalam berinteraksi terhadap makhluk Allah. Ketiga hal tersebut merupakan ibadah bagi umat Islam. Mari kita rinci satu persatu:
- Shalat
Secara bahasa shalat berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti doa. Sedangkan menurut istilah shalat bermakna serangkaian kegiatan ibadah khusus atau tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Allah berfirman, “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji (zinah) dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat lain) Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. al-‘Ankabut : 45).
Sebegitu pentingnya shalat bagi umat Islam, sehingga shalat adalah ibadah rutinitas yang harus dikerjakan, tidak bisa tidak, tetapi wajib hukumnya untuk dikerjakan. Lalu, mengapa shalat itu wajib, mungkin banyak buku yang menerangkan keistimewaan dalam shalat, gerakan-gerakan shalat, maupun bacaan shalat. Ada pula buku yang menjelaskan bahwa shalat sebagai sarana untuk menjadikan muslim sebagai pe-manage waktu yang ulung dan baik. Namun, sebenarnya ada sisi yang amat penting dari dua hal tersebut, yakni shalat adalah sarana untuk memuliakan keagungan Allah. Mengapa demikian? Yuk, kita telusuri ibadah yang unik ini.
Bukankah delapan hal tersebut yang biasa kita lakukan dalam ibadah shalat yang sangat indah dan anggun. Maka jangan heran jika Rasul berkata "Dijadikan penyejuk mataku di dalam shalat” sebagai sarana untuk memuliakan keagungan Allah. Apalagi Rasul sangat suka sekali dengan memuja dan memuji keagungan Allah, hal ini sebagai wujud cinta Rasul kepada Allah. Lalu, masihkah kita enggan melakukan shalat, malu kita kepada Allah dan Rasul. Bersambung.....
Mashadir: Bahrul Fawaid karya Imam Al-Kalabadzi Al-Bukhari dan sumber-sumber yang lainnya Oleh: Adi Nurseha (Profile)
Set as favorite
Bookmark
Email this
Hits: 469 Comments (0)Subscribe to this comment's feedWrite commentNewer news items:
Older news items:
|
Artikel Islami
Bertemunya Ramadhan dan Agustus
Dalam dunianya sendiri, seorang anak muda sedang ber-tafakur tentang hidupnya. Ia ingat, bahwa pada saat itu, Agustus telah menjumpainya dengan membaw...
Tulisan Bebas
Renungan Ramadhan
Rabb…
Mohon ampuni hambaMu yang lemah iman ini,
Tak ada yang bisa hamba lakukan dengan ketidakbaikan yang jelas ada di depan mata hamba, sebab hamba sen...
Sebuah Kisah
Menukar Nasibmu dengan Dia
Malam yang berselimut awan hitam pekat, setebal angkuhnya yang merasa dia hebat mungkin, hujan baru saja berhenti, tadi saat masih taraweh memang sempat mengguyur sesaat, aku dan teman teman asik di k...
Kajian Fikih
Hukum Memperingati Malam Nisfu Sya’ban
Di surau-surau sederhana, di mushala-mushala yang anggun, dan di masjid-masjid yang gagah, terdengar informasi bahwa akan diadakannya acara malam Nisf...
Jajak Pendapat
Puisi
- Bangkai Rindu
- Surat Wasiat Untukmu
- Jikapun Aku Punya Pilihan
- Ku tak Berhak Menghitung Diri
- Adikku Sayang, Adikku Malang
- Saat Pamitmu
- 65 Tahun Merdeka
- Untukmu Cinta
- Meyakinkan Cinta Padamu Dinda!
- Kebaikan dan Keikhlasan yang Tertawa
- Doa Mengalun Lembut di Atas Sajadah
- Dua Pecinta Sedang di Mabuk Rindu
- Caraku Mengingatmu
- Andai Aku Bisa Itu!
- Dalam Lamunan Perihku
- Nikmat Tuhanmu
- Hanya Buat Kau Kecewa
- Belajar dari Bulan Sabit
- Eksperimen Fisika dan Hidupku
- Dengarkan Cerita Hujan
- Berbicara Tentangmu
- Apakah ini Negaraku?
- Ibu, Aku Layak Menjadi Anakmu
- Terimakasih
- Kau Tahu?



Dari Anas ibnu Malik berkata: Rasulullah Saw. Bersabda: “Sesungguhnya sesuatu yang kucintai di dunia ada tiga perkara: parfum, wanita, dan dijadikan penyejuk mataku di dalam shalat.”
